Jumat, 07 Juli 2017

Ahli Matematika

Carl Friedrich Gauss


Carl Fredrich Gauss memiliki nama asli Johann Carl Friedrich Gauss lahir di Braunschweig, pada tanggal 30 April 1777 dan wafat di Göttingen, 23 Februari 1855 pada umurnya yang ke 77 tahun. Adalah seorang matematikawan, astronom, dan fisikawan Jerman yang memberikan beragam kontribusi.
Saat umurnya belum genap 3 tahun, ia sudah mampu mengoreksi kesalahan daftar gaji tukang batu ayahnya. Pada umur 10 tahun, ia sudah membuat gurunya terkagum-kagum dengan memberikan rumus untuk menghitung jumlah suatu deret aritmatika berupa penghitungan deret 1+2+3+...+100. Meski cerita ini hampir sepenuhnya benar, soal yang diberikan gurunya sebenarnya lebih sulit dari itu. Gauss melakukan penelitiannya di observatorium astronomi di gottingen, kota kecil di jantung jerman. Yang dengan segera menciptakan tradisi matematis yang membuat Gottingen dan universitasnya menjadi pusat matematika dunia.
Di universitas Gottingen, karya Gauss dapat diperbandingkan dengan karya para matematikawan lain dan hasilnya memang mencolok. Semakin dia membandingkan akhirnya dia menyadari bahwa dia adalah seorang matematikawan besar. Gauss selalu menyimpan semua penemuannya dan menyesal bahwa tidak seorangpun dapat berdiskusi tentang teori-teori yang menarik hatinya. Salah seorang teman baiknya di universitas adalah Wolfgang Bolyai, bangsawan Hongaria yang kelak anak lakinya [Janos Bolyai] menemukan geometri non-Euclidian.
Kemampuan intelektual Gauss menarik perhatian dari Duke of Brunswick, yang mengirimnya ke Collegium Carolinum (sekarang Braunschweig University of Technology ), yang dihadiri 1792-1795, dan ke Universitas Göttingen 1795-1798. Sementara di universitas, Gauss secara mandiri menemukan kembali beberapa teorema penting.
Nama Gauss mulai terkenal sehingga merencanakan menggunakan bahan-bahan dalam buku itu untuk disertasi doktoral, namun pihak penerbit menolak. Dicari judul lain sebelum akhirnya didapat judul panjang, Demonstratio nova theorematis omnem functionem algebraicam rationalem integram unius variabilis in factores reales primi vel secundi gradus revolvi posse yang terbit lebih awal, tahun 1799. Isi tesis doktoral adalah membuktikan theorema dasar aljabar – membuktikan bahwa polinomial pangkat n (kuadrat adalah pangkat 2 dan kubik adalah pangkat 3, quartik adalah pangkat 4 dan seterusnya) mempunyai (hasil) akar pangkat n juga. Hal tersebut baru valid (sahih) apabila perlakuan terhadap bilangan imajiner sama seperti bilangan riil.
Bidang analisis dan geometri mengandung banyak sekali sumbangan-sumbangan pikiran Gauss, ide geometri non Euclidis ia garap pada 1797. Kemudian pada tahun 1799 ia  menyumbangkan tesis doktornya mengenai Teorema Dasar Aljabar. Pada 1800 berhasil menciptakan metode kuadrat terkecil.
Pada 1801 berhasil menjawab pertanyaan yang berusia 2000 tahun dengan membuat polygon 17 sisi dengan memakai penggaris dan kompas. Di tahun ini ia juga menerbitkan Disquisitiones Arithmeticae, sebuah karya klasik tentang teori bilangan yang paling berpengaruh sepanjang masa.
Gauss adalah ilmuwan dalam berbagai bidang antara lain matematika, fisika, dan astronomi. Bidang analisis dan geometri menyumbang banyak sekali sumbangan-sumbangan pikiran Gauss dalam matematika. Kalkulus (termasuk limit) ialah salah satu bidang analisis yang juga menarik perhatiannya.
Referensi:

Komentar:
Gauss adalah ilmuan yang sangat cerdas, terbukti pada saat berusia 3 tahun ia sudah bisa mengerti kesalahan tentang gaji. Padahal untuk ukuran anak sesuai tersebut umumnya hanya bisa bernyanyi dan bermain, tetapi Gauss sudah bisa melakukan hal yang seharusnya hanya orang dewasa yang bisa, dan juga pada usia 10 tahun ia juga sudah bisa menemukan rumus tentang deret aritmatika. Sampai melanjutkan ke pendidikan doktornya, ia masih menciptakan karya-karyanya yang masih digunakan sampai sekarang, antara lain geometri non Euclidis, Teorema Dasar Aljabar, dan juga metode kuadrat terkecil.

Gauss juga tidak hanya berkecimpung di bidang matematika, ia juga seorang ilmuan di bidang fisika dan astronomi. Itu menandakan bahwa Gauss tidak hanya handal di bidang matematika. Karya-karya Gauss yang sampai saat ini yaitu tentang kalkulus dan geometri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar